Kamis, 31 Oktober 2019

31 Okt 19 Peka Dosa

31Okt19 Hobi Baca Alkitab
PEKA DOSA

1 Raja-raja 3:1 (TB)  
Lalu Salomo menjadi menantu Firaun, raja Mesir; ia mengambil anak Firaun, dan membawanya ke kota Daud, sampai ia selesai mendirikan istananya dan rumah TUHAN dan tembok sekeliling Yerusalem. 

Putri Firaun membawa berhalanya masuk dalam kehidupan Salomo. Salomo membuka celah utk dosa masuk dalam hidupnya. Salomo meremehkan dosa kecil, dia merasa mampu utk mengatasinya. Dosa kecil inilah yg akhirnya menyeret hidup Salomo masuk tenggelam lebih dalam lagi dalam dosa. Kompromi dg dosa membuat Salomo kehilangan kepekaannya akan dosa.

Masa tua Salomo jatuh dalam dosa penyembahan berhala yg dibawa oleh istri2nya yg banyak. Akhirnya hati Salomo lebih terpikat dg istri2nya daripada dengan Tuhannya. 

Iblis tidak dapat memaksakan dosa dalam diri kita, iblis hanya bisa menawarkan dosa kpd kita. Keputusan kitalah apakah mau melakukan dosa atau tidak.

Firman Tuhan dengan tegas dan jelas memperingatkan kita utk tidak memberi kesempatan sekecil apapun kpd iblis.

Efesus 4:27 (TB)
dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis. 

Jagalah hati ini dengan penuh kewaspadaan spy dosa tdk menyelinap masuk dalam hidup kita. Menjaga hati ini tdklah mudah, kita butuh Firman Tuhan utk menjaga hati ini. Hanya Firman Tuhan yg mampu menjaga hati kita spy tdk terkontaminasi dengan dosa.

Mazmur 119:11 (FAYH)  
Aku telah banyak merenungkan firman-Mu dan menyimpannya di dalam hatiku sehingga aku terhindar dari berbuat dosa.

Bergaullah dengan Firman Tuhan lebih sering lagi spy pengaruhnya lebih besar di hati kita. Dengan demikian kita akan menjadi lebih peka kalau iblis mencoba menyelipkan dosa kecil dalam hati kita.

Cinta Firman Tuhan akan mempertajam kepekaan kita akan dosa. 

Rabu, 30 Oktober 2019

30 Okt 19 Memelihara Iman

30Okt19 Hobi Baca Alkitab
MEMELIHARA IMAN

1 Raja-raja 3:3 (TB)  
Dan Salomo menunjukkan kasihnya kepada TUHAN dengan hidup menurut ketetapan-ketetapan Daud, ayahnya; hanya, ia masih mempersembahkan korban sembelihan dan ukupan di bukit-bukit pengorbanan.

Ayat di atas menunjukkan Salomo memulai kariernya sbg raja muda yang takut dan mengasihi Tuhannya. Namun sangatlah disayangkan masa tua Salomo berbeda sekali, perhatikan ayat di bawah ini.

1 Raja-raja 11:4-6 (TB)
4 Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya. 
5 Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon,
6 dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya. 

Salomo tidak memelihara imannya dengan baik. Salomo memulai kariernya sbg raja dengan cara yg benar namun mengakhiri hidupnya dengan cara yg salah.

Penting sekali utk kita memelihara iman. Rasul Paulus memberi teladan dan juga peringatan kpd kita utk selalu memelihara iman sampai akhir hidup kita.

2 Timotius 4:7-8 (TB)
7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Mahkota kebenaran hanya diberikan kpd orang2 yg memelihara imannya sampai akhir hidupnya.

Bagaimana caranya kita memelihara iman?

1. Cintailah Firman Tuhan lebih dari segala2nya. Salomo jatuh ketika dia mencintai istri2nya lebih dari Firman Tuhan. Firman Tuhan adalah nutrisi iman. Tanpa Firman Tuhan maka iman tdk akan bertumbuh sehat dan kuat.

Roma 10:17
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. 

2. Merasa kuat awal kejatuhan. 
Tipuan iblis mengatakan iman kita sudah kuat, saat itulah kita lengah. Salomo jatuh krn dia merasa kuat & berhikmat, dia meremehkan pengaruh istri2nya dan akhirnya dia jatuh.

1 Korintus 10:12
Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! 

3. Berani berkata tidak terhadap dosa.
Dosa menghalangi kita utk mengalami Tuhan. Tanpa pengalaman bersama Tuhan maka iman kita tdk akan dpt bertumbuh dengan sehat dan kuat.

Yesaya 59:1-2 (TB)
1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; 
2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. 

Jangan remehkan iman, peliharalah baik2. Memelihara iman harus menjadi prioritas utama dihidup kita. 

29 Okt 19 Perubahan Hati

29Okt19 Hobi Baca Alkitab
PERUBAHAN HATI

1 Samuel 13:14 (TB)  
Tetapi sekarang kerajaanmu tidak akan tetap. TUHAN telah memilih seorang yang berkenan di hati-Nya dan TUHAN telah menunjuk dia menjadi raja atas umat-Nya, karena engkau tidak mengikuti apa yang diperintahkan TUHAN kepadamu."  

Tuhan menyatakan Daud sbg pribadi yg berkenan di hatiNya. Apakah Daud pribadi yg tdk pernah berbuat dosa? Daud banyak melakukan dosa, bahkan kalau mau dihitung2 dosa Daud lebih besar dari dosa Saul. Dosa Daud perzinahan dan pembunuhan. Daud berzinah dg Batsyeba, merebutnya dari Uria prajuritnya yg loyal kpdnya. Bukan hanya merebut istrinya tapi juga membunuh Uria. Sedangkan dosa Saul adalah ketidaktaatan. Saul tidak taat terhdp perintah Tuhan dgn mengambil jarahan yg dilarang Tuhan, Saul juga tdk taat menunggu nabi Samuel datang.

Apa yg Tuhan lihat dari Daud? Apakah Daud orang yg hebat? Daud bukanlah orang yg hebat, Daud pribadi yg sederhana yg punya respon hati yg benar yaitu sikap hati yg mau bertobat.

Daud ketika ditegur oleh nabi Natan, Daud segera bertobat dan Daud tdk mengulangi perbuatan dosanya lagi. Hati Daud cepat utk bertobat. Daud tidak mengeraskan hatinya. Hati Daud lebih memilih Tuhan daripada kepuasan sementara dari perbuatan dosanya. Fokus hati Daud pada Tuhan bukan pada dirinya sendiri.

Mazmur 51:13 (TB) 
Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!

Berbeda dg Saul, ketika Saul ditegur nabi Samuel dia bukannya bertobat tapi malah berkilah dan membela diri. Hati Saul tdk cepat bertobat. Ini yg membuat nabi Samuel kesal dibuatnya. Fokus hati Saul pada dirinya sendiri bukan pada Tuhan.

Di dunia ini tidak ada seorgpun yg luput dari dosa, semua orang telah berdosa dan bisa jatuh ke dalam dosa, yang membedakan adalah respon hati ketika jatuh dalam dosa. Ada org yg cepat menyadari dan kemudian bertobat sungguh2, tapi ada juga org yg mengeraskan hati utk tdk mau segera bertobat sungguh2. Ada perbedaan antara orang yg jatuh terpeleset masuk ke dalam selokan dengan org yg tinggal hidup menikmati selokan. Org yg terpeleset akan segera bangun keluar dari selokan, tapi org yg hidup menikmati selokan akan tinggal berlama2 di dalam selokan. 

Ketika kita terpeleset jatuh dalam dosa, segeralah menyadarinya dan kemudian bertobat minta ampun lalu keluar tinggalkan dosa jangan berbuat dosa lagi. Itulah sikap hati yg benar & berkenan di hadapan Tuhan.

Belajar dari Daud, bangunlah sikap hati yg berkenan di hadapan Tuhan. Bagaimana caranya? Bangunlah hati yang:

1. Hati yg diterangi Firman Tuhan.
Firman Tuhan adalah pelita bagi kaki kita, tanpa Firman Tuhan maka gelaplah jalan hidup kita. Kita akan jatuh tersandung kalau kita jalan di dalam kegelapan. Baca Alkitab setiap hari sama spt berjalan dengan membawa lampu yg terang.

2. Hati yg peka akan dosa.
Hati yg peka adalah hati yg dapat melihat dengan jelas. Hati yg tinggal dalam terang bukan dalam gelap. 

3. Hati yg cepat bertobat.
Respon hati yg benar.

4. Hati yg pikul salib, mengutamakan kehendak Tuhan di atas kehendak diri kita pribadi.
Paling enak itu memuaskan keinginan diri sendiri, tapi harus kita sadari itu hanyalah kenikmatan sementara yg berujung pada maut. Pilihan ada di tangan kita, menikmati yg sementara atau bertahan dalam penderitaan yg sementara utk hidup melakukan kehendak Tuhan.

Mengadakan mujizat adalah hak & kuasa penuh dari Tuhan tapi utk mengubah hati seseorg dibutuhkan kerjasama dari orang tsb.

Perubahan hati adalah bagian kita, mujizat bagian Tuhan.

Senin, 28 Oktober 2019

28 Okt 19 Percaya Penuh

28Okt19 Hobi Baca Alkitab
PERCAYA PENUH

2 Samuel 15:25-26 (TB)
25 Lalu berkatalah raja kepada Zadok: "Bawalah tabut Allah itu kembali ke kota (Yerusalem); jika aku mendapat kasih karunia di mata TUHAN, maka Ia akan mengizinkan aku kembali, sehingga aku akan melihatnya lagi, juga tempat kediamannya. 
26 Tetapi jika Ia berfirman, begini: Aku tidak berkenan kepadamu, maka aku bersedia, biarlah dilakukan-Nya kepadaku apa yang baik di mata-Nya." 

Daud belajar melihat apa yg Allah lihat, bukan apa yg dirinya lihat. Daud melihat jauh ke depan lebih dari sekedar melihat kebutuhan hidupnya sendiri. Kembali ke kota Yerusalem kalau menurut pandangan Daud adalah yg terbaik tapi kalau Allah tidak mengijinkan dia utk kembali ke Yerusalem maka dia mempercayakan keputusan Allah yg terjadi atas hidupnya. Daud mempercayai Allahnya dengan segenap hati. Daud percaya bhw kehendak Allah adalah yg terbaik bagi hidupnya. Sikap hati yg percaya penuh kpd Allah inilah yg membuat Daud tdk mengeluh atau marah kpd Allah ketika dia harus keluar dari kota Yerusalem tempat Daud bertahta sbg raja Israel.

Daud mengenal Allahnya dengan baik dan benar. Daud percaya bhw tidak ada rancangan Allah yg tujuannya menghancurkan hidupnya sekalipun menurut ukuran mans tidak meng-enakan namun dia percaya bhw Allah punya rencana yg jauh lebih baik daripada rencana mans.

Seringkali dalam hidup ini kita memasuki masa2 yg sulit. Disaat2 spt inilah keyakinan kita kpd Tuhan sedang diuji, apakah kita benar2 mempercayai Tuhan atau kita mengeluh, protes, & marah kpd Tuhan. Belajar spt Daud, apapun yg terjadi dalam hidupnya, Daud percaya penuh kpd Allah. Kualitas iman Daud yg spt inilah yg menghadirkan perkenanan Allah turun dalam hidup Daud.

Kisah Para Rasul 13:22b (TB)  
Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang BERKENAN DI HATI-KU dan yang melakukan segala kehendak-Ku.

Menghadapi apapun juga yg terjadi dalam hidup kita, belajarlah utk percaya penuh kpd Allah.

27 Okt 19 Yesus Sahabatku


27Okt19 Hobi Baca Alkitab
YESUS SAHABATKU

Ketika kita membutuhkan sebuah pertimbangan utk sebuah keputusan dalam hidup kita, kita akan selalu bertanya pada orang terdekat yg paling dapat kita percayai. 

Perjalanan hidup Daud tidaklah mudah, orang2 menjauh tidak berani dekat dengan Daud. Setiap org yg dekat dg Daud pastilah dihabisi oleh Saul. Daud sendirian, kondisi ini tdk membuat Daud menjadi pribadi yg pesimis, minder, putus asa, mengasihani diri sendiri, merasa tak berharga dll. Justru kondisi spt ini yg membuat Daud semakin dekat dengan Tuhan. Itulah sebabnya Daud memiliki hubungan yg akrab dengan Tuhan dan setiap dia membutuhkan nasehat utk sebuah keputusan, dia selalu bertanya kpd Tuhan. Daud menjadikan Tuhan sebagai sahabatnya.

2 Samuel 2:1 (TB)  
Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: "Apakah aku harus pergi ke salah satu kota di Yehuda?" Firman TUHAN kepadanya: "Pergilah." Lalu kata Daud: "Ke mana aku pergi?" Firman-Nya: "Ke Hebron." 

Ketika kita menghadapi masalah, jangan ikuti bisikan iblis yg berusaha menjauhkan kita dari Tuhan. Iblis selalu berusaha mengintimidasi kita dg mengatakan bhw kita sendirian, Tuhan tidak lagi peduli dg kita. Tapi pada kenyataannya justru dalam kondisi yg spt ini Tuhan adalah Pribadi yg paling dekat dengan kita. Daud menuliskan Mazmur 23:4 "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku;" Daud menyadari bhw Tuhan adalah sahabat terbaiknya yg tdk pernah meninggalkannya sedetikpun.

Daud hidup bergaul karib dengan Tuhan setiap hari, Daud merenungkan Firman Tuhan setiap hari, Daud selalu bertanya kpd Tuhan, Daud menjadikan Tuhan sbg sahabat perjalanan hidup ini.

Jadikan Tuhan Yesus sbg sahabat perjalanan hidup ini, bergaullah karib dengan Tuhan Yesus, bacalah FirmanNya setiap hari dan jadikan Tuhan sbg Pribadi yang pertama yg kita minta nasehatNya.

Sabtu, 26 Oktober 2019

Maturity - 26Okt19 Mana Yang Mudah Terbakar



26Okt19 Hobi Baca Alkitab
MANA YANG MUDAH TERBAKAR

Mazmur 1:2-4 (TB)
2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. 
3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. 
4 Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. 

Mazmur menjelaskan dengan jelas perbedaan antara orang yg mencintai Firman Tuhan dan orang fasik.

Orang yg mencintai Firman Tuhan, orang yg suka baca Alkitab merenungkan dan melakukannya, diibaratkan seperti pohon yg ditanam di tepi aliran air, yg merambatkan akar2nya ke aliran air yg jernih. Pohon ini akan tumbuh subur, daunnya hijau dan menghasilkan buah. Pohon ini tidak mengalami kekeringan. Pohon ini tidak akan mudah terbakar. Orang yg mencintai Firman Tuhan tdk akan mudah terbakar ketika ada masalah datang dalam hidupnya. Orang yang dalam hidupnya mengalami damai sejahtera Kristus dihatinya, orang yg dpt menguasai dirinya, tidak egois, suka berbagi hidup dg orang lain, fokus hidupnya bukan pada diri sendiri tapi pada kehendak Tuhan, orang yg tdk mudah emosional, orang yg dapat menguasai kata2nya, orang yg lebih mudah bersyukur daripada mengeluh, dll.

Berbeda dengan orang fasik yaitu orang yg mengaku anak Tuhan tapi tidak mencintai Firman Tuhan, tidak melakukan Firman Tuhan dalam hidupnya dan sukanya melampias nafsu keingannya sendiri daripada melakukan perintah Tuhan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), orang fasik adalah orang yang percaya Tuhan, tetapi tidak mengamalkan perintah-Nya, bahkan berbuat berdosa.

Dalam bahasa asli Alkitab, bhs Ibrani, “Orang fasik” = רשׁע raw-shaw' (Bhs. Ibrani) artinya orang yg tidak beriman; orang yang tahu Tuhan namun tidak melakukan Firman Tuhan.

Hidup orang fasik digambarkan seperti sekam yg kering yg mudah sekali ditiup angin. Ciri sekam yg kering itu mudah terbakar. Orang fasik akan mudah sekali terbakar ketika ada masalah datang dalam hidupnya. Orang yg hidupnya selalu kering, hampa, kosong, egois, penuh kepentingan diri sendiri, tidak mau berbagi hidup dgn org lain, fokusnya hanya pada memuaskan diri sendiri bukan pada kehendak Tuhan, kehidupan yg mudah terbakar emosi, mudah mengumbar amarah, mudah tersinggung, mudah burn out, sulit mengampuni, mudah mengeluh ngomel marah2, sulit utk mengucap syukur, mudah jengkel, sulit utk menguasai diri, tidak dapat berpikir panjang, mudah kecewa terhadap Tuhan, selalu berpikir negatif, dll.

Tuhan tidak pernah menciptakan orang fasik tapi itu PILIHAN kita sendiri. Apakah hidup kita mau seperti pohon yg di tanam di tepi aliran air atau menjadi sekam yg kering yg mudah terbakar. Keputusan di tangan kita sendiri.

Kalau kita mau hidup berkenan di hadapan Tuhan, menikmati hidup ini dan mau jadi berkat bagi sekitar kita jadilah seperti pohon yg ditanam di tepi aliran air yg merambatkan akar2nya ke aliran air yg jernih utk mendapatkan asupan makanan yg sehat. Rambatkan akar2 kehidupan kita pd sumber yg benar yaitu Firman Tuhan setiap harinya maka hidup kita akan seperti pohon yg segar yg tumbuh subur, daunnya tetap hijau dan menghasilkan buah.

Jangan jadi sekam yg kering tapi jadilah pohon yg ditanam di tepi aliran air yg jernih yg tumbuh segar, subur, berdaun hijau dan menghasilkan buah. Rambatkan akar2 kehidupan kita pada aliran air yg dari Tuhan yaitu Firman Tuhan setiap hari. Bacalah Alkitab setiap hari.

Jumat, 25 Oktober 2019

Maturity - 25Okt19 Respon Yang Benar

25Okt19 Hobi Baca Alkitab
RESPON YANG BENAR

RESPON yg benar menentukan KEMENANGAN dalam hidup ini. Dalam hidup ini selalu akan ada masalah atau tantangan hidup, bukan masalah atau tantangan itu yg akan menentukan menang atau terpuruknya hidup kita tapi RESPON HATI kitalah yg akan menentukan apakah kita akan menang atau terpuruk. Belajar dari apa yg dialami Daud ketika bangsa Amalek menyerang, merampas dan menghancurkan Ziklag.

1 Samuel 30:3-6 (TB)
3 Ketika Daud dan orang-orangnya sampai ke kota itu, tampaklah kota itu terbakar habis, dan isteri mereka serta anak mereka yang laki-laki dan perempuan telah ditawan.
4 Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi menangis.
5 Juga kedua isteri Daud ditawan, yakni Ahinoam, perempuan Yizreel, dan Abigail, bekas isteri Nabal, orang Karmel itu. 
6 Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya. 

Dari ayat di atas kita bisa belajar respon dari Daud dan rakyat yg mengikuti Daud. 

Masalah yg menimpa mereka sama : 
- Kota Ziklag terbakar habis. 
- Isteri mereka serta anak mereka yang laki-laki dan perempuan telah ditawan.
- Harta benda mereka dijarah habis.

Namun respon mereka berbeda jauh.
Respon Daud :
- Daud fokus pada Tuhan, menguatkan kepercayaannya kpd Tuhan.
- Daud tidak panik, tetap tenang menguasai dirinya.
- Emosi Daud tetap terkendali krn dia tidak fokus pada masalah tapi tetap pada Tuhan.
- Daud tidak sibuk mencari kesalahan.
- Daud tidak sibuk menyalahkan keadaan mengapa dia ada di Ziklag atau mengapa dia membela bangsa Filistin.
- Daud tidak mengasihani nasib dirinya.

Respon rakyat yg mengikut Daud :
- Rakyat fokus pada masalah shg mereka tidak dapat melihat kebesaran Tuhan.
- Rakyat panik & tidak dapat menguasai diri.
- Emosi rakyat tak terkendali krn mereka fokus pada masalah bukan pada Tuhan.
- Rakyat sibuk menyalahkan Daud dan keadaan yg ada.
- Rakyat mengasihani nasib dirinya.

Diantara ke dua respon yg berbeda jauh ini, kita bisa belajar bahwa perkenanan Tuhan turun atas respon Daud yg benar di hadapannya. Pada akhirnya Tuhan memberi kemenangan yg gilang gemilang kpd Daud. Perhatikanlah bhw kemenangan ini bukan krn kuat dan gagah Daud tapi dari Tuhan. Tuhan berikan kemenangan kpd orang2 yg mau berespon yang benar dalam hidup ini.

Tujuan masalah Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup kita adalah utk melihat bagaimana respon hati kita. Apakah tetap fokus pada Tuhan atau jadi berantakan tak terkendali emosinya krn fokus pada masalah. Apakah iman kita tetap percaya bhw Tuhan tetap pegang kendali atas hidup kita atau kita kehilangan kepercayaan kpd Tuhan.

Ulangan 8:2 (TB)  
Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. 

1 Petrus 1:6-7 (FAYH)
6 Hendaklah Saudara sungguh-sungguh bergembira! Bagi Saudara akan ada sukacita yang menakjubkan; meskipun sementara masih hidup di dunia ini, Saudara harus menghadapi banyak kesukaran.
7 Kesukaran hanyalah ujian iman untuk mengetahui apakah iman Saudara sungguh-sungguh kuat dan murni. Iman Saudara sedang diuji, sebagaimana api menguji emas dan memurnikannya. Bagi Allah iman Saudara jauh lebih berharga daripada emas. Jadi, jikalau sesudah mengalami cobaan-cobaan yang hebat, iman Saudara tetap kuat, maka pada hari Dia datang lagi Saudara akan mendapat banyak pujian, kemuliaan serta kehormatan.

Tuhan selalu melihat respon hati kita sebelum DIA mengulurkan tanganNya untuk menolong kita. Belajarlah untuk berespon yang benar ketika tanpa diundang masalah tiba2 datang menghampiri hidup kita. Jangan panik, jangan marah, jangan cari kambing hitam, tahan mulut kita spy tdk mengeluh mengomel marah2, jangan mengumbar emosi, tetaplah tenang kuasai diri kita. Belajarlah utk selalu berespon yg benar. Ingatlah Tuhan akan bekerja berdasarkan respon hati kita.

Bagaimana membangun hati ini spy dapat berespons dengan baik? Masalah itu seperti percikan api kecil, api yg kecil kalau mengenai pohon yg kering yg ditanam jauh dari aliran air maka seketika itu pohon yg kering itu akan terbakar & hangus. Berbeda sekali kalau percikan api kecil itu mengenai pohon yg tumbuh subur, hijau dan ditanam ditepi aliran air. Pohon itu tidak akan mudah terbakar. Jadilah seperti pohon yg ditanam di tepi aliran air. Mazmur 1 menggambarkan Firman Tuhan itu spt aliran air, kalau kita merambatkan akar kehidupan kita utk selalu terkoneksi dengan aliran air yaitu Firman Tuhan maka kita akan menjadi spt pohon yg tumbuh subur, hijau dan menghasilkan buah.   Firman Tuhan akan menyejukan hati ini dan hati kita akan dapat tenang membuat kita mampu berespon yg benar dalam hidup ini.

Mazmur 1:2-4 (TB)
2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. 
3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. 
4 Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. 

Ayo rajin2lah baca Alkitab, merambatkan akar kehidupan kita pada aliran air jernih yg dari Tuhan maka kita akan dpt berespon yg benar. Kita akan dpt menikmati kehidupan ini apapun juga keadaan yg kita hadapi dan menjadi berkat bagi sekitar kita. Perkenanan, penyertaan dan pemeliharaan Tuhan akan turun dalam hidup kita.

KEPENGIN TAHU

KEPENGIN TAHU Apa yang menjadi kepengin tahuan kita dalam hidup ini, menunjukan jati diri kita yang sebenarnya. Jati diri anak Tuhan terliha...