Selasa, 04 Mei 2021

04 Mei 2021 JANGAN MENGHAKIMI

04 Mei 2021
Hobi Baca Alkitab
JANGAN MENGHAKIMI 
Tuhan memerintahkan kita utk tidak menghakimi.

Matius 7:1 (TB)
"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.

Mengapa? 

1. Krn kita ini juga orang berdosa. Hidup kita juga tidak lebih benar dari orang lain. 

Matius 7:3 (TB)
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?

Yohanes 8:7 (TB)
Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."

2. Krn kita tdk punya hak atau kewajiban menghakimi.

Roma 14:4 (TB)
Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri. 

3. Krn kita dipanggil bukan utk menghakimi tapi dipanggil spy orang lain tdk tersandung melihat hidup kita dg cara hidup menjadi berkat dan teladan.

Roma 14:13 (TB)
Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!

So, ayo isi hati pikiran kita dg Firman Tuhan yg murni spy hati pikiran kita selalu dibersihkan dan dijagai dari dosa mengakimi orang lain.

Yohanes 15:3 (TB)
Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

Mazmur 119:11 (FAYH)
Aku telah banyak merenungkan firman-Mu dan menyimpannya di dalam hatiku sehingga aku terhindar dari berbuat dosa.

Lebih baik sibuk merenungkan Firman Tuhan daripada sibuk menilai atau menghakimi orang lain.

-----
IG@hobibacaalkitab akan membantu kita merenungkan Firman Tuhan daripada sibuk menilai, membicarakan dan menghakimi orang lain.

03 Mei 2021 NIKMATI PENGAJARAN BAPA

03 Mei 2021
Hobi Baca Alkitab
NIKMATI PENGAJARAN BAPA 

Siapakah yg menjadi Bapa kita?
Ini penting sekali menentukan siapa Bapa kita krn kita akan cenderung melakukan apa yg Bapa kita ajarkan atau teladankan.

Yohanes 8:38 (TB)
Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu."

Kalau Tuhan Yesus adalah Bapa kita, maka kita akan berudaha membangun cinta akan FirmanNya yg adalah pengajaran Bapa kpd kita.

Yohanes 6:45 (TB)
Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.

Sebaliknya kalau kita tdk menjadikan Tuhan Yesus Bapa kita maka kita tdk akan punya keinginan utk menikmati pengajaranNya, FirmanNya.

Nikmati pengajaran Bapa lebih dari segalanya.

01 Mei 2021 PROBLEM HATI

01 Mei 2021
Hobi Baca Alkitab
PROBLEM HATI

Problem mans ada di hatinya. Hatinya mudah berubah2. Hari ini percaya, besok bisa ragu atau bahkan tidak percaya. Mans seringkali membangun dasar kepercayaannya kpd Tuhan dg dasar yg salah. Ketika mengalami mujizat, mans mudah percaya bhw Tuhan mengasih dan menyertainya, namun ketika mujizat tdk terjadi mans sulit utk mempercayai bhw Tuhan tetap mengasihinya. 

Inilah yg Tuhan Yesus lihat dalam hati orang banyak yg percaya kpd-Nya karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya.

Yohanes 2:23-25 (TB)
23 Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya.
24 Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, 
25 dan karena tidak perlu seorang pun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.

Yohanes 6:2 (TB)
Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mujizat-mujizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit.

Orang banyak ini menjadi percaya kpd Tuhan krn mereka melihat dan mengalami mujizat. Namun hati mereka akan segera berbalik kalau mereka tdk mengalami tanda2 mujizat. Tuhan Yesus menegur dg keras sikap hati yg spt ini.

Yohanes 4:48 (TB)
Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya."

Yohanes 6:30 (TB)
Maka kata mereka kepada-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?

Yohanes 6:26 (FAYH)
Yesus menjawab, "Sebenarnya kalian ingin bersama-sama dengan Aku, sebab Aku telah memberi kalian makan, bukan karena kalian percaya kepada-Ku.

Tuhan Yesus ingin agar kita membangun dasar iman atau kepecayaan kita kpd-Nya bukan berdasarkan mujizat yg kita alami tetapi berdasarkan pengenalan yg benar akan pribadiNya, melalui pergaulan yg akrab dgn-Nya.

Kalau dasar iman kita dasarnya mujizat maka ketika kita tdk mengalami mujizat kita akan gampang sekali marah, jengkel, protes, tidak percaya bahkan meninggalkan Tuhan. Sebaliknya kalau dasarnya pengenalan maka kita akan tetap dpt mempercayai Tuhan atas apapun juga yg terjadi dalam hidup kita.

Isi hati ini dg pengenalan akan Allah lebih dari mengharapkan mujizat2Nya.

Jumat, 30 April 2021

30 April 2021 PERSISTEN

30 April 2021
Hobi Baca Alkitab
PERSISTEN
Tuhan bertanya, jika Aku datang kelak, adakah IA mendpti iman yg persisten di bumi ini?

Lukas 18:8 (TB)
8b Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Luke 18:8 (AMPC)
8b However, when the Son of Man comes, will He find [persistence in] faith on the earth?

KBBI
Persisten: terus-menerus, bersinambung.

Apa itu iman yg persisten? Orang yg terus beriman kpd Tuhan apapun juga yg terjadi dalam hidupnya. Sekalipun hidupnya penuh kesulitan, imannya kpd Tuhan tdklah gugur.
Alkitab menubuatkan diakhir jaman akan banyak orang yg kehilangan imannya, tdk lagi percaya kpd Tuhan, murtad meninggalkan Tuhan akibat masa2 sulit yg dialaminya.

Matius 24:9-10 (TB)
9 Pada waktu itu kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh karena nama-Ku,
10 dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci.

2 Tesalonika 2:3
3 Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,

2 Timotius 3:1-5 (TB)
1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. 
2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, 
3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Masa yg sulit akan menjadi ujian iman setiap orang. Setiap orang akan mengalami ujian, Alkitab sdh menuliskannya.

Daniel 12:10 (TB) 
10 Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya. 

Markus 9:49 (TB)
49 Karena setiap orang akan digarami dengan api.

Mark 9:49 (MSG)
49 "Everyone's going through a refining fire sooner or later,

Zakharia 13:8-9 (TB)
8 Maka di seluruh negeri, demikianlah firman TUHAN, dua pertiga dari padanya akan dilenyapkan, mati binasa, tetapi sepertiga dari padanya akan tinggal hidup.
9 Aku akan menaruh yang sepertiga itu dalam api dan akan memurnikan mereka seperti orang memurnikan perak. Aku akan menguji mereka, seperti orang menguji emas. Mereka akan memanggil nama-Ku, dan Aku akan menjawab mereka. Aku akan berkata: Mereka adalah umat-Ku, dan mereka akan menjawab: TUHAN adalah Allahku!" 

1 Petrus 4:12 (TB)
12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

1 Petrus 1:6-7 (TB)
6 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. 

Inilah mengapa kita harus membangun iman yg persisten. Apa yg Alkitab nyatakan ini, banyak yg akan murtad, menunjukan bhw iman yg persisten tidak dpt terjadi dengan sendirinya. Harus dibangun dan diusakan dengan penuh kesadaran dan kemauan yg kuat.

Bagaimana caranya kita membangun iman yg persisten? Alkitab mengajarkan caranya yaitu dengan berakar pada Firman Tuhan. Kalau hidup kita tidak berakar pada Firman Tuhan maka iman kita tdk akan tahan uji, dalam masa pencobaan akan murtad.

Lukas 8:13 (TB)
13 Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.

Tanaman akan tumbuh dg sehat & kuat kalau akarnya persisten menyatu dengan tanah yg merupakan sumber nutrisinya. Kalau akar tdk persisten menyatu dg tanah maka tanaman akan kering dan akhirnya mati. Alkitab mengajarkan bhw Firman Tuhan adalah sumber nutrisi iman krn itu Firman harus menjadi bagian yg tak terpisahkan menyatu secara persisten dalam hidup kita setiap harinya spy iman kita tumbuh sehat dan kuat.

Roma 10:17 (TB)
17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. 

Tanpa persisten mengkonsumsi Firman, iman kita tdk akan dpt tumbuh sehat dan kuat.

1 Peter 2:2 (TPT)
2 In the same way that nursing infants cry for milk, you must intensely crave the pure spiritual milk of God’s Word . For this “milk” will cause you to grow into maturity, fully nourished and strong for life—

Contoh persisten adalah bayi yg baru lahir yg selalu mengingini air susu yg murni. Bayi yg tumbuh sehat & kuat adalah bayi yg secara persisten mengkonsumsi air susu yg murni, hidupnya tdk terpisahkan dari air susu yg murni. Firman Tuhan harus menjadi bagian yg tak terpisahkan dalam hidup kita kalau kita mau punya iman yg persisten.

Tidak ada orang yg kuat imannya, yg ada adalah orang yg mau scr persisten berpegang kuat2 pada Firman Tuhan yg kuat, kalau terlepas jatuhlah ia.

Iman yg persisten dibangun dari menikmati Alkitab Firman Tuhan secara persisten.

So, ayo bangun budaya cinta Firman Tuhan dalam hidup kita. Persisten menikmati Firman Tuhan setiap saat setiap waktu.

-----
Follow IG@hobibacaalkitab akan membantu kita membangun kesukaan menikmati Firman Tuhan secara persisten dalam hidup kita yg singkat ini.

Rabu, 28 April 2021

28 April 2021 STANDAR GANDA

28 April 2021
Hobi Baca Alkitab
STANDAR GANDA

Ada perbedaan standar antara Tuhan dan dunia ini. Kalau kita ikut Tuhan, gunakan standar Tuhan. Jangan gunakan standar dunia utk ikut Tuhan, kacau hasilnya.

Roma 8:28-29 (TB)
28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga DITENTUKAN-NYA DARI SEMULA UNTUK MENJADI SERUPA DENGAN GAMBARAN ANAK-NYA, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. 

Kolose 3:10 (TB)
dan telah mengenakan manusia baru yang TERUS-MENERUS DIPERBAHARUI UNTUK MEMPEROLEH PENGETAHUAN YANG BENAR MENURUT GAMBAR KHALIKNYA; 

Kolose 3:10 (BIMK)
10 Kalian sekarang sudah diberi hidup yang baru. Kalian adalah manusia baru, yang sedang diperbarui terus-menerus oleh Penciptanya, yaitu Allah, MENURUT RUPA-NYA SENDIRI. Maksudnya ialah supaya kalian mengenal Allah dengan sempurna. 

Standar Tuhan adalah keserupaan denganNya. Hidup ini adalah proses memulihkan gambar dan rupa Allah dalam diri mans yg telah rusak akibat kejatuhan dalam dosa. Melalui hidup ini kita semua sdg diproses utk kembali menjadi serupa dg Kristus. Inilah standar Tuhan.

Kalau kita hidup dalam FirmanNya, tujuan utamanya adalah kita dibentuknya makin hari makin serupa dg Kristus. Tujuannya pada kekekalan bukan utk hidup di dunia ini. Alkitab mengajarkan utk kita mencari perkara2 yg di atas bukan yg di bumi.

Kolose 3:1-4 (TB)
1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. 
3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. 
4 Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

Jadi tetapkan dalam hati pikiran kita spy standar yg kita gunakan dalam hidup ini adalah standar Kerajaan Allah yaitu keserupaan dg Kristus. Jangan jadi anak Tuhan dg standar dunia ini. Standar dunia ini adalah keberhasilan dalam hidup di dunia ini, kalau kita gunakan standar ini maka kita akan tersesat dalam perjalanan mengikut Tuhan. Kita akan gampang protes, marah, menghakimi atau menilai orang lain ketika standar dunia tdk terwujud dalam hidup kita atau hidup orang lain. Buka mata kita lebar2, banyak org yg bukan anak Tuhan hidupnya jauh lebih berhasil menurut standar dunia ini, baik dalam hal materi dan kesehatan. Jadi kalau standar kita keberhasilan di dunia ini, kita tdk perlu ikut Tuhan menyangkal diri pikul salib. Apa yg menjadi standar hidup kita itulah yg akan kita kejar habis2an. Kalau standar hidup kita menurut dunia ini, maka kita akan mengejar apa yg dunia tawarkan bukan apa yg Tuhan tawarkan. Jangan jadi anak Tuhan dg standar dunia. Jadilah anak Tuhan dg standar Kerajaan Allah.

Coba bayangkan kalau jemaat mula2 punya standar menurut pandangan dunia ini, keberhasilan, kesuksesan, dll. Akankah mereka kuat imannya dalam mengikut Tuhan kalau yg ada dalam benak mereka standar menurut dunia ini. Perhatikan apa yg Rasul2 ajarkan. 

Kisah Para Rasul 14:21-22 (TB)
21 Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia.
22 Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.

1 Tesalonika 3:2-4 (TB)
2 Lalu kami mengirim Timotius, saudara yang bekerja dengan kami untuk Allah dalam pemberitaan Injil Kristus, untuk menguatkan hatimu dan menasihatkan kamu tentang imanmu,
3 supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu.
4 Sebab, juga waktu kami bersama-sama dengan kamu, telah kami katakan kepada kamu, bahwa kita akan mengalami kesusahan. Dan hal itu, seperti kamu tahu, telah terjadi.

Alkitab telah mengingatkan dan mengajarkan kpd kita utk kita mengarahkan pandangan kita kpd perkara2 di atas. Semua yg kita alami baik itu kita diberkati atau tdk, sehat atau sakit, sukses atau tdk, semuanya ini utk membentuk karakater kita makin hari makin serupa dg Kristus. Inilah tujuan yg utama. Jangan ikut Tuhan dg standar dunia, kita akan jadi orang yg sombong, suka menghakimi atau menilai orang lain, merasa diri lebih hebat atau benar dari org lain atau sebaliknya kita akan merasa Tuhan tdk adil, tdk sayang kita kalau kita tdk memperoleh menurut standar dunia ini dan suatu hari kita akan kecewa dan meninggalkan Tuhan.

Perhatikan apa yg Alkitab katakan, ada kedaulatan Tuhan dalam hidup ini, yang satu memperoleh, yg lain tdk.

Ibrani 11:32-40 (TB)
32 Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi,
33 yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa, 
34 memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing. 
35 Ibu-ibu telah menerima kembali orang-orangnya yang telah mati, sebab dibangkitkan. Tetapi orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik.  
36 Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan.  
37 Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan. 
38 Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.
39 Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik.
40 Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan.

Kalau fokus kita dalam mengikut Tuhan adalah utk memperoleh standar dunia ini, ketika kita tdk memperolehnya kita akan menjadi kecewa. Jadi fokus kita harus kemana? Ayat ke-40 inilah yg seharusnya menjadi fokus hidup kita, hidup bersama dg Tuhan dalam kekekalan.

Analogi sederhananya spt ini, ketika kita diangkat menjadi anak oleh orang kaya, tentunya orang kaya ini menaruh harapan utk kita mengasihi pribadinya bukan kekayaannya. Tujuan kita menjadi anaknya bukan spy kita memperoleh barang2 berharga tsb. Barang2 berharga ini akan menjadi ujian motif kita menjadi anaknya. Coba bayangkan bagaimana perasaan orang kaya itu kalau tahu hati kita lebih condong mengejar kekayaannya bukan krn mengasihi pribadinya. Uji hati ini, kita jadi anaknya krn cinta hartanya atau pribadinya. Ujian ketulusan hati kita menjadi anaknya adalah ketika kita tdk diberi fasilitas menikmati kekayaannya. Apakah kita akan marah, protes, menghakimi, atau bahkan meninggalkannya.

Hiduplah dalam Firman Tuhan dan ijinkan Firman Tuhan memperbaharui hati pikiran kita sesuai dg standar atau tolok ukur Kerajaan Allah bukan dunia ini. Jadilah anak Tuhan dg standar Kerajaan Allah bukan standar dunia.

Tuhan mengajarkan agar kita jangan menggunakan standar ganda dalam mengikut Tuhan. 

Wahyu 3:15-16 (TB)
15 Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

Jadilah panas atau dingin, jangan suam2, jangan gunakan standar ganda dalam mengikut Tuhan. Tuhan akan memuntahkan kita.

28 April 2021 STANDAR GANDA

28 April 2021
Hobi Baca Alkitab
STANDAR GANDA

Ada perbedaan standar antara Tuhan dan dunia ini. Kalau kita ikut Tuhan, gunakan standar Tuhan. Jangan gunakan standar dunia utk ikut Tuhan, kacau hasilnya.

Roma 8:28-29 (TB)
28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga DITENTUKAN-NYA DARI SEMULA UNTUK MENJADI SERUPA DENGAN GAMBARAN ANAK-NYA, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. 

Kolose 3:10 (TB)
dan telah mengenakan manusia baru yang TERUS-MENERUS DIPERBAHARUI UNTUK MEMPEROLEH PENGETAHUAN YANG BENAR MENURUT GAMBAR KHALIKNYA; 

Kolose 3:10 (BIMK)
10 Kalian sekarang sudah diberi hidup yang baru. Kalian adalah manusia baru, yang sedang diperbarui terus-menerus oleh Penciptanya, yaitu Allah, MENURUT RUPA-NYA SENDIRI. Maksudnya ialah supaya kalian mengenal Allah dengan sempurna. 

Standar Tuhan adalah keserupaan denganNya. Hidup ini adalah proses memulihkan gambar dan rupa Allah dalam diri mans yg telah rusak akibat kejatuhan dalam dosa. Melalui hidup ini kita semua sdg diproses utk kembali menjadi serupa dg Kristus. Inilah standar Tuhan.

Kalau kita hidup dalam FirmanNya, tujuan utamanya adalah kita dibentuknya makin hari makin serupa dg Kristus. Tujuannya pada kekekalan bukan utk hidup di dunia ini. Alkitab mengajarkan utk kita mencari perkara2 yg di atas bukan yg di bumi.

Kolose 3:1-4 (TB)
1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. 
3 Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. 
4 Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.

Jadi tetapkan dalam hati pikiran kita spy standar yg kita gunakan dalam hidup ini adalah standar Kerajaan Allah yaitu keserupaan dg Kristus. Jangan jadi anak Tuhan dg standar dunia ini. Standar dunia ini adalah keberhasilan dalam hidup di dunia ini, kalau kita gunakan standar ini maka kita akan tersesat dalam perjalanan mengikut Tuhan. Kita akan gampang protes, marah, menghakimi atau menilai orang lain ketika standar dunia tdk terwujud dalam hidup kita atau hidup orang lain. Buka mata kita lebar2, banyak org yg bukan anak Tuhan hidupnya jauh lebih berhasil menurut standar dunia ini, baik dalam hal materi dan kesehatan. Jadi kalau standar kita keberhasilan di dunia ini, kita tdk perlu susah2 ikut Tuhan menyangkal diri pikul salib. Apa yg menjadi standar hidup kita itulah yg akan kita kejar habis2an. Kalau standar hidup kita menurut dunia ini, maka kita akan mengejar apa yg dunia tawarkan bukan apa yg Tuhan tawarkan. Jangan jadi anak Tuhan dg standar dunia. Jadilah anak Tuhan dg standar Kerajaan Allah.

Coba bayangkan kalau jemaat mula2 punya standar menurut pandangan dunia ini, keberhasilan, kesuksesan, dll. Akankah mereka kuat imannya dalam mengikut Tuhan kalau yg ada dalam benak mereka standar menurut dunia ini. Perhatikan apa yg Rasul2 ajarkan. 

Kisah Para Rasul 14:21-22 (TB)
21 Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia.
22 Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.

1 Tesalonika 3:2-4 (TB)
2 Lalu kami mengirim Timotius, saudara yang bekerja dengan kami untuk Allah dalam pemberitaan Injil Kristus, untuk menguatkan hatimu dan menasihatkan kamu tentang imanmu,
3 supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu.
4 Sebab, juga waktu kami bersama-sama dengan kamu, telah kami katakan kepada kamu, bahwa kita akan mengalami kesusahan. Dan hal itu, seperti kamu tahu, telah terjadi.

Alkitab telah mengingatkan dan mengajarkan kpd kita utk kita mengarahkan pandangan kita kpd perkara2 di atas. Semua yg kita alami baik itu kita diberkati atau tdk, sehat atau sakit, sukses atau tdk, semuanya ini utk membentuk karakater kita makin hari makin serupa dg Kristus. Inilah tujuan yg utama. Jangan ikut Tuhan dg standar dunia, kita akan jadi orang yg sombong, suka menghakimi atau menilai orang lain, merasa diri lebih hebat atau benar dari org lain atau sebaliknya kita akan merasa Tuhan tdk adil, tdk sayang kita kalau kita tdk memperoleh menurut standar dunia ini dan suatu hari kita akan kecewa dan meninggalkan Tuhan.

Perhatikan apa yg Alkitab katakan, ada kedaulatan Tuhan dalam hidup ini, yang satu memperoleh, yg lain tdk.

Ibrani 11:32-40 (TB)
32 Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi,
33 yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa, 
34 memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing. 
35 Ibu-ibu telah menerima kembali orang-orangnya yang telah mati, sebab dibangkitkan. Tetapi orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik.  
36 Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan.  
37 Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan. 
38 Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.
39 Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik.
40 Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan.

Kalau fokus kita dalam mengikut Tuhan adalah utk memperoleh standar dunia ini, ketika kita tdk memperolehnya kita akan menjadi kecewa. Jadi fokus kita harus kemana? Ayat ke-40 inilah yg seharusnya menjadi fokus hidup kita, hidup bersama dg Tuhan dalam kekekalan.

Analogi sederhananya spt ini, ketika kita diangkat menjadi anak oleh orang kaya, tentunya orang kaya ini menaruh harapan utk kita mengasihi pribadinya bukan kekayaannya. Tujuan kita menjadi anaknya bukan spy kita memperoleh barang2 berharga tsb. Barang2 berharga ini akan menjadi ujian motif kita menjadi anaknya. Coba bayangkan bagaimana perasaan orang kaya itu kalau tahu hati kita lebih condong mengejar kekayaannya bukan krn mengasihi pribadinya. Uji hati ini, kita jadi anaknya krn cinta hartanya atau pribadinya. Ujian ketulusan hati kita menjadi anaknya adalah ketika kita tdk diberi fasilitas menikmati kekayaannya. Apakah kita akan marah, protes, menghakimi, atau bahkan meninggalkannya.

Hiduplah dalam Firman Tuhan dan ijinkan Firman Tuhan memperbaharui hati pikiran kita sesuai dg standar atau tolok ukur Kerajaan Allah bukan dunia ini. Jadilah anak Tuhan dg standar Kerajaan Allah bukan standar dunia.

Tuhan mengajarkan agar kita jangan menggunakan standar ganda dalam mengikut Tuhan. 

Wahyu 3:15-16 (TB)
15 Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

Jadilah panas atau dingin, jangan suam2, jangan gunakan standar ganda dalam mengikut Tuhan. Tuhan akan memuntahkan kita.

Minggu, 25 April 2021

25 April 2021 OBAT KEDEGILAN HATI

25 April 2021
Hobi Baca Alkitab
OBAT KEDEGILAN HATI

Hati2 dg kedegilan hati.

Markus 16:14 (TB)
Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. 

Kedegilan hati timbul krn logika berpikir yg tdk spt anak kecil, mudah percaya terhadap apa yg Tuhan Firmankan. Tuhan sdh mengatakan tentang penderitaan dan kebangkitannya sebanyak 4 kali.

- PERTAMA
Matius 16:21 (TB)
Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. 

- KEDUA
Matius 17:22-23 (TB)
22 Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia
23 dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan." Maka hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali. 

- KETIGA
Matius 20:19 (TB)
Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan."

- KEEMPAT
Matius 26:2 (TB)
"Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan."

Namun hati murid2 tidak percaya krn sulit utk menerima kebangkitan orang mati walaupun Tuhan sendiri yg mengatakannya. Tuhan mengajarkan kpd kita murid2Nya utk mengembangkan logika berpikir spt anak kecil, mudah percaya kpd apa yg Tuhan Firmankan. Dengan demikian kita akan terhindar dari kedegilan hati.

Matius 18:3 (TB)
lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 

Menjadi spt anak kecil, mudah percaya, terhadap apa Tuhan Firmankan adalah obat utk kedegilan hati.

KEPENGIN TAHU

KEPENGIN TAHU Apa yang menjadi kepengin tahuan kita dalam hidup ini, menunjukan jati diri kita yang sebenarnya. Jati diri anak Tuhan terliha...